Pengacara di Bali dalam bertuga memberikan konsultasi hukum, pendampingan hukum baik di kepolisian, kejaksaan dan Pengadilan, serta mewakili Klien dalam persidangan, baik di Kantor Pengacara maupun di luar kantor, tetap mengikuti prokes (protokol kesehatan) dengan menyediakan hand sanitizer, masker, sarung medis, dan menjaga jarak aman. Ada beberapa Kantor Pengacara di Bali yang bahkan menyediakan alat pendeteki suhu badan (infrared thermometer) untuk melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Pada persidangan pidana, pendampingan hukum terhadap Klien oleh Pengacara di Bali, dilakukan tidak lagi di Pengadilan melainkan di tempat si Terdakwa ditahan yaitu baik di kepolisian maupun Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) selama  masa  pencegahan penyebaran covid-19.

Kuasa hukum masih dapat bertemu Terdakwa/Tersangka secara fisik langsung bukan virtual, sehingga tidak menghambat upaya kuasa hukum untuk membela Klien nya. Disamping Pengacara di Bali tetap meminimalisir penularan dan penyebaran covid-19, sekaligus tetap menjalankan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan yang sesuai sistem hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Pengacara Perceraian

Pengacara di Bali pasca pandemik covid-19, lebih banyak menangani perkara perceraian. Dalam kondisi covid-19, pasangan suami istri lebih tertekan secara ekonomi, kondisi semakin memburuk dan puncaknya mereka menjalani pisah ranjang.

Konsultasi terhadap perkara perceraian pun pasca covid-19 semakin meningkat. Sehingga covid-19 sebagai badai sempurna bagi pasangan suami istri, terlebih ada pasangan yang dulunya bekerja kini menganggur, diharuskan cuti, atau kehilangan sebagian penghasilannya.

Situasi demikian akan melahirkan kecemasan, frustasi, kemarahan yang berujung pada Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Terlebih lagi Bali yang hidup pada dunia Pariwisata, sangat memukul masyarakat Bali yang hidup pada usaha hotel/restaurant, travel, kuliner, kerajinan tangan, yang mana uaha atau pekerjaan dari sector ini sebagai pendapatan rumah tangga sebagian besar masyarakat Bali. 

Baca Juga: TEKNIK MEMENANGI PERKARA PERCERAIAN

Hal ini bila kami selaku Pengacara di Bali dapat memberikan saran kepada masyarakat Bali, sebagai bagian dari konsultasi hukum perkara perceraian, ada beberapa cara agar pasangan dapat terhindari dari perceraian, yaitu diantaranya:

  1. Agar saling toleransi antar pasangannya, saling terbuka atas masalah yang tidak disukai satu dengan yang lain, 
  2. Tingkatkan komunikasi satu dengan yang lain sehingga dengan saling berdiskusi akan bisa mengetahui perasaan satu dengan yang lain. 
  3. Bila ada permasalahan jangan dipendam sendiri, jangan biarkan masalah menjadi menumpuk yang nantinya dapat meledak sewaktu-waktu,
  4. Harus saling mengingatkan satu dengan yang lain, saling pengertian dan menyelesaikan masalah rumah tangga dengan kepala dingin.