Salah satu contoh isi materi (posita) gugatan Wanprestasi yang dapat kami bagikan sebagai bahan belajar untuk masyarakat awam sehingga nantinya bisa merancang sendiri/ mengkonsep gugatan sendiri.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat posita:

Hal-hal yang tertuang dalam Posita gugatan adalah tentang kronologis peristiwa hukum yang dijadikan dasar gugatan Penggugat. Disini dijelaskan mengenai obyek sengketa misalnya sebidang tanah beserta bangunan sebagaimana tertulis dalam Sertifikat Hak Milik  No. xxx dengan Nomor Identifikasi bidang xxx, Surat Ukur tanggal xxx seluas xxx tercatat atas nama xxx.

Pada poin berikutnya dijelaskan mengenai apa yang menjadi alasan Penggugat mengajukan gugatan, yang pada pokoknya disini menceritakan tentang perbuatan-perbuatan hukum Tergugat yang menurut Penggugat menimbulkan kerugian materi atau melanggar ketentuan perundang-undangan sehingga menyebabkan perjanjian yang dibuat antara Penggugat dan Tergugat menjadi cacat hukum.

Bahwa lebih lanjut gugatan harus mampu menjelaskan secara detail yaitu mengenai adanya perbuatan Tergugat yang tidak memenuhi janji (ingkar janji) sebagaimana yang tertuang dalam sebuah perjanjian tertulis maupun lisan yang menjadi kesepakatan bersama antara Penggugat dan Tergugat. Yang mana perbuatan ingkar janji Tergugat ini sebelumnya telah diingatkan oleh Penggugat dalam sebuah surat somasi (peringatan) untuk diselesaikan secara musyawarah/kekeluargaan, namun upaya kekeluargaan tidak diindahkan oleh Tergugat.

Baca Juga: Biaya Perceraian di Pengadilan

Bahwa poin pentingnya disini yaitu harus dijelaskan dalam Posita Gugatan perihal sifat Tergugat yang memiliki itikad tidak baik dan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menguasai hak dan benda milik orang lain misalnya dengan cara tipu muslihat yang mengakibatkan kerugian pada pihak Penggugat.

Bahwa dalam poin akhir Posita Gugatan, ditambahkan sebuah klausul yaitu untuk menghindari dan menjamin agar putusan Pengadilan kelak tidak sia-sia serta dapat dilaksanakan oleh Pihak terkait dengan sebagaimana mestinya, tidak illusoir, serta ada dugaan kuat dari Penggugat yaitu Tergugat hendak mengalihkan harta kekayaannya sehubungan dengan adanya gugatan.

Maka pada posisi ini Penggugat bisa memohon kepada Pengadilan Negeri untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag). Penggugat juga bisa meminta Pengadilan Negeri agar Tergugat dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat bila Tergugat tidak mau melaksakanan putusan pengadilan, yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).