Tanah, rumah dan villa adalah properti yang paling rawan terjadinya sengketa hukum, sehingga menurut hemat penulis yang adalah Pengacara di Bali, baik proses penjualan maupun pembelian tanah Tanah, rumah dan villa di Bali khususnya, harus disertai dengan Perjanjian hitam diatas putih dan perlu adanya pendampingan tim hukum yang berpengalaman. Adapun beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang jual beli Tanah, rumah dan villa diantaranya KUH Perdata, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Dalam Pasal 1458 KUHPerdata disebutkan “Jual beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, segera setelah orang-orang itu mencapai kesepakatan tentang barang tertentu beserta harganya, meskipun barang itu belum diserahkan dan harganya belum dibayar.” Jual beli tanah hak milik di Bali banyak melibatkan Warga Negara Asing kendatipun jual beli tanah tidak dapat dilakukan oleh Warga Negara Asing sebagaimana diatur dalam Pasal 26 UUPA berbunyi: “Setiap jual beli, penukaran, penghibahan dengan wasiat dan perbuatan-perbuatan lain yang dimaksudkan untuk langsung atau tidak langsung memindahkan hak milik kepada orang asing, kepada warga negara yang disamping kewarganegaraan Indonesianya mempunyai kewarganegaraan asing atau kepada suatu badan hukum, kecuali yang ditetapkan oleh Pemerintah termaksud dalam Pasal 21 ayat (2), adalah batal karena hukum dan tanahnya jatuh kepada Negara, dengan ketentuan bahwa hak-hak pihak lain yang membebaninya tetap berlangsung serta semua pembayaran yang telah diterima oleh pemilik tidak dapat dituntut kembali.”

Dalam praktiknya di bali banyak terjadi perjanjian pinjam nama (nominee) antara warga Negara asing dengan orang lokal (Warga Negara Indonesia) terkait kepemilikan Tanah, rumah dan villa di Bali yang berpotensi besar menyebabkan terjadinya sengketa hukum di Pengadilan, sehingga diperlukan tim Pengacara yang handal dalam menyelesaikan sengketa tersebut baik di Pengadilan (Litigasi) maupun di luar Pengadilan (non litigasi). Penulis yang telah berpengalaman sebagai Pengacara di bali yang menangani sengketa jual beli tanah, rumah dan villa di Bali, dalam strategi memenangkan perkara diperlukan alat bukti yang kuat di persidangan diantaranya adalah Sertipikat Tanah (Akta Kepemilikan Tanah), Saksi-saksi yang mengetahui asal asul dan riwayat tanah, Surat Keterangan Silsilah dan Waris, bukti Pengakuan dan sebagainya.

Jual Beli Property Legal di Bali

Kami sebagai tim Pengacara di Bali juga memiliki tim yang melayani jual beli rumah dan properti di Bali yang dikelola oleh mitra kami CV. PANCA RESTU yang juga memiliki pengalaman di bidang kontraktor di seluruh daerah di Bali. Kantor CV. PANCA RESTU berpusat di Jalan Kresna, Semarapura Kangin, Klungkung-Bali dan bekerjasama dengan Kantor Hukum I Putu Agus Putra Sumardana & Partner yang berdomisili di Jalan Padang Kartika Gang Maruti No. 18 A Kuta Utara, Badung-Bali.

Baca Juga: SEWA MENYEWA TANAH ATAU KAVLING DI BALI

Rumah yang ditawarkan oleh mitra kami CV. PANCA RESTU berlokasi di Denpasar, Badung, Gianyar dan Klungkung, rata-rata dengan konsep minimalis dengan tentunya kepastian keamanan akan aspek hukumnya, sehingga Pembeli tidak ada permasalahan hukum kedepannya. Mitra kami CV. PANCA RESTU menawarkan jual beli properti (rumah/villa) di Bali dengan harga terjangkau/harga terbaik, lokasi strategis serta proses cepat. Agen marketing mitra kami CV. PANCA RESTU yang tersebar di seluruh Bali akan membantu para pembeli untuk mencarikan rumah atau villa yang sesuai dengan idamannya.